Asal usul kebab berasal dari Timur Tengah, khususnya daerah Anatolia di Turki. Kebab telah ada selama berabad-abad dan telah menjadi bagian penting dari masakan Turki dan sejumlah negara di sekitarnya.

Sejarah kebab dapat ditelusuri kembali ke zaman kekaisaran Persia pada abad ke-2 Masehi. Namun, bentuk awal kebab tidak sama dengan yang kita kenal saat ini. Pada awalnya, daging direbus, bukan dipanggang atau dibakar.

Pada abad ke-18, metode memasak daging di atas batu yang dipanaskan secara eksternal menjadi populer di Anatolia, wilayah yang sekarang menjadi bagian dari Turki. Proses memasak ini dikenal sebagai "Iskender kebab" dan dianggap sebagai salah satu bentuk kebab yang paling awal.

Dalam beberapa dekade terakhir, kebab telah menyebar ke seluruh dunia dan menjadi populer di berbagai negara. Ada berbagai jenis kebab, termasuk döner kebab yang terkenal, yang terdiri dari daging yang diiris tipis dan dipanggang secara vertikal pada alat pemanggang berputar.

Kebab telah menjadi bagian integral dari budaya makanan di banyak negara, dan variasi kebab lokal juga telah berkembang di berbagai tempat di luar Timur Tengah dan Turki. Saat ini, kebab dapat ditemukan di restoran-restoran internasional di seluruh dunia, dan popularitasnya terus meningkat.